Saat Anda memiliki anak kedua, tiba-tiba saja si kakak selalu minta digendong atau disuapi? atau selalu mencari-cari perhatian Anda? Apakah si kakak iri sama adiknya? Benarkah kehadiran adik membuat si kakak merasa kehilangan perhatian orangtua?

Rasa iri yang dirasakan si kakak terhadap adik umum terjadi. Rasa iri ini biasanya terjadi karena si kakak merasa cemburu oleh kehadiran si adik yang dianggap mencuri perhatian semua orang di rumah. Perubahan secara umum biasanya terjadi pada kehadiran adik yang jarak usianya cukup jauh (di atas 3 tahun). Apalagi si kakak sudah lama merasakan sebagai anak tunggal, ia merasa perhatian yang selama ini tercurah padanya, direbut oleh hadirnya sosok baru yang menjadi pusat perhatian keluarga.

Dilihat dari sisi psikologis, rasa cemburu atau iri dengan adik ini berkaitan dan mempengaruhi perkembangan afeksi mereka. Di usia yang dinamakan middle childhood ini mereka sudah mulai merasakan hubungan emosional dengan orang disekitarnya. Secara tak langsung, hal ini bisa berdampak ke perkembangan fisik mereka. Sebenarnya ini merupakan bentuk protes mereka atau upaya mereka untuk mencari perhatian dari orang terdekat (dalam hal ini orangtua).

Perubahan perilaku si kakak yang umumnya muncul, misalnya ia melakukan tindakan yang tak biasanya, yang terkadang mereka seperti mengalami kemunduran. Tiba-tiba saja minta digendong atau disuapi, mengompol, atau menggunakan bahasa bayi (baby talk). Jika perubahan perilaku ini tak mendapat perhatian orangtua, si kakak bisa berbuat hal-hal diluar dugaan. Mungkin saja ia memukul adiknya atau melakukan tindakan yang membahayakan dirinya dan adiknya.

Cegah dan Siasati

Orangtua sebaiknya bersikap bijak dengan memberikan pengertian pada sang kakak dengan menggunakan bahasa yang bisa dipahami mereka. Anak-anak yang lebih tua yang merasa iri pada asik bayinya membutuhkan kasih sayang dan pemulihan kepercayaan. Orangtua bisa berkata pada si kakak,” Bunda tahu kamu kadang kesal dengan adik bayi dan marah sama bunda karena mengurus adik terus, tapi kakak kan sudah besar”.

Cegah juga dengan mengajaknya terlibat dalam kegiatan mengurus adiknya, sehingga ia merasa memiliki adiknya, timbulkan rasa sayang dan tanggungjawab. Cobalah untuk tetap memberikan perhatian pada si kakak walaupun seharian sudah sibuk mengurusi adik bayi.

Memang perlu adanya kerjasama antar pasangan untuk membagi perhatian dan kasih sayang dengan anak-anak terutama pada si kakak. Mereka juga berhak menuntut kasih sayang dan perhatian. Tekankan dengan baik bahwa mereka tidak perlu melakukan konpetisi untuk mendapatkan perhatian.