Layanan



A.    PROGRAM PSYCHOLOGICAL ASSESSMENT
Asesmen merupakan usaha untuk mengumpulkan informasi, memproses dan menginterpretasikannya. Informasi tersebut dapat berupa latar belakang, sikap, tingkah laku atau karakteristik yang dimiliki individu, dengan kata lain asesmen ditujukan untuk mendapatkan gambaran potensi dan kompetensi yang dimiliki oleh individu.

1. Asesmen tingkat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar
untuk meningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini. Dengan mengetahui potensi diri siswa dan mengembangkannya secara tepat maka proses pendidikan akan dapat berlangsung dengan lebih baik.

2. Asesmen tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Menengah Atas
Terdiri dari:
1.    Pemeriksaan Psikologi untuk mengetahui Minat dan Bakat untuk penjurusan siswa
2.    Pemeriksaan Psikologi untuk kelas khusus Akselerasi
3.    Pemeriksaan Psikologi untuk penyaringan tes masuk

3. Asesmen untuk Guru dan Wakil/Kepala Sekolah
Bertujuan untuk menggali potensi individu dan bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkannya sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai modal dasar untuk menjalin dan mengembangkan teamwork yang solid guna kemajuan sekolah.

4. Asesmen untuk Karyawan
Seringkali assessment dilakukan untuk melakukan proses seleksi, yaitu menentukan orang yang tepat untuk menduduki jabatan atau posisi tertentu yang sesuai dengan persyaratan jabatan yang telah ditentukan. Asesmen berguna dalam penyeleksian calon karyawan serta membantu pimpinan atau manajemen untuk mengoptimalisasi SDM melalui asas the right man in the right place.

B. TRAINING
1. Training untuk Siswa
2. Training untuk Guru
3. Training untuk Karyawan

D. TERAPI
Tidak semua siswa mampu mengikuti pelajaran dengan baik disebabkan faktor biologis maupun faktor psikologis. Kami berupaya untuk mengatasi ketidakmampuan tersebut dengan memberikan terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa secara individual.

E. PARENTING CLASS
Bagian penting yang harus terlibat dalam pendidikan anak adalah faktor keterlibatan guru dan orang tua atau wali murid dalam mensukseskan program pendidikan. Untuk itu kami memberikan layanan parenting class bagi pihak sekolah dan siapapun yang peduli serta memiliki kecintaan terhadap perkembangan anak usia dini.

F. PERSIAPAN PUBERTAS

Program ini ditujukan bagi siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama agar mereka dapat memahami perubahan yang terjadi pada dirinya saat memasuki masa remaja baik perubahan fisik maupun psikologis, memberikan arahan bagaimana perilaku yang sehat agar dapat menghindarkan mereka dari pengaruh negatif ataupun pergaulan yang tidak baik.

Episentrum

Telp. 021-40115920
email : episentrum@episentrum.com

Asesmen merupakan usaha untuk mengumpulkan informasi, memproses dan menginterpretasikannya. Informasi tersebut dapat berupa latar belakang, sikap, tingkah laku atau karakteristik yang dimiliki individu, dengan kata lain asesmen ditujukan untuk mendapatkan gambaran potensi dan kompetensi yang dimiliki oleh individu.

  • wawan satriawan
    #1 written by wawan satriawan 1 year ago

    as……wr…..wb……! Slm knl drq wawan sy mo tnya gmna cra mngetahui kepribadian seseorng secara penuh / semuanya tanpa ada meleset2 dri jwbn orng tersebut hub : a Ke no Ni 085239******

  • Vernando
    #2 written by Vernando 1 year ago

    Salam kenal,saya Nando di Jakarta. saya mau menanyakan mengenai perkembangan diri sendiri dan mengetahui diri remaja usia antara 13 sampai 18 tahun?? jika berkenan jawabannya bisa hub ke nmr 021-929****/0812100****** atau ke email saya. Terima kasih.

  • admin
    #3 written by admin 1 year ago

    Dear Nando,
    Informasi yang Anda berikan kurang memadai bagi saya untuk mengetahui perkembangan diri Anda. Jika Anda ingin mengetahui perkembangan diri, minat dan bakat, potensi, dan kelemahan serta kelebihan yang Anda miliki, saya sarankan agar Anda melakukan tes psikologi. Dengan melakukan psikotes, Anda dapat mengkonsultasikan hasil psikotes tersebut dengan kemampuan yang Anda miliki sekarang sehingga dapat mengoptimalkannya.

    Remaja (usia 13-18 tahun) merupakan masa dimana mencari jati diri atau identitas diri. Yang perlu diwaspadai remaja adalah membentuk identitas diri yang buruk. Solusi yang paling tepat agar remaja tidak membentuk identitas diri yang buruk adalah mencari figur yang tepat bagi remaja. Cara mencari figur tersebut adalah dengan melihat kelebihan dan kekurangan dari figur idola. Diskusikan figur idola tersebut dengan teman sebaya atau orang yang lebih dewasa untuk mengetahui perilaku apa saja yang patut ditiru dan ditanamkan untuk menjadi identitas diri kita. Dengan begitu, remaja dapat meniru kelebihan figur idola dan menggantikan kelemahan figur idola dengan kelebihan figur idola lainnya.

    Di masa remaja, seluruh aspek perkembangan (fisik, emosi, kognitif dan sosial) berkembang sangat pesat. Dari segi fisik, akan mulai tumbuh buah dada dan bulu halus di sekitar alat kelaminnya, serta ditandai dengan adanya menstruasi untuk remaja perempuan. Sedangkan bagi remaja laki-laki, suara akan berubah, tumbuh jakun dan bulu-bulu halus di sekitar mulut, dada, dagu dan alat kelaminnya. Perkembangan fisik ini dapat berpengaruh terhadap rasa percaya diri remaja.

    Remaja yang memiliki fisik sempurna (yang diinginkan) akan memiliki rasa percaya diri sedangkan remaja yang memiliki fisik jauh dari sempurna akan mengembangkan rasa kurang percaya diri. Untuk mengatasinya, remaja yang kurang percaya diri perlu mengeksplorasi kelebihan yang dimilikinya sehingga hal tersebut dapat menjadi sesuatu yang ditonjolkan. Dari segi kognitif, remaja sudah dapat memecahkan masalah yang membutuhkan analisis-sintesis, melihat dari berbagai alternatif sudut pandang, dan dapat mengembangkan daya abstraksinya.

    Cara untuk mengembangkan kemampuan kognitif secara optimal adalah dengan memberikan latihan-latihan soal yang dapat merangsang munculnya ide/ gagasan sebagai alternatif pemecahan masalah. Dari segi emosi, remaja belum dapat mengendalikan diri dan labil, mudah terbawa emosi/ perasaan. Untuk melatih kendali diri, remaja dapat mengikuti kegiatan organisasi atau komunitas yang melibatkan orang banyak. Di sana, remaja dapat mempelajari reaksi dan problem solving yang muncul saat dihadapkan pada situasi yang menekan.

    Jika remaja terus melakukan evaluasi terhadap reaksi emosi yang muncul, maka remaja akan dapat mengembangkan emosi yang stabil. Dari segi sosial, remaja semakin banyak mengembangkan lingkungan sosialnya dengan berteman dari berbagai kalangan (suku, status ekonomi, komunitas yang berbeda). Pertemanan di masa ini dapat berubah status menjadi hubungan yang lebih intim, yaitu kekasih.

    Dengan bersosialisasi, remaja diharapkan dapat mengenal karakter dan cara menghadapi orang lain. Pengenalan karakter tersebut dapat mengembangkan kepekaan remaja terhadap situasi sosial yang ada. Begitu penjelasan mengenai remaja. Untuk Nando yang saya perkirakan adalah remaja, saya rasa kamu dapat mengikuti kegiatan organisasi atau kepanitiaan yang melibatkan orang banyak. Dengan begitu, kamu akan dapat mengembangkan kemampuan kognitif, sosial dan emosi secara tepat.

    Salam,

  • mumuz
    #4 written by mumuz 1 year ago

    bagus blognya kalau bisa tolong dimuat strategi pengembangan life skill untuk anak dan orang dewasa. wait

  • admin
    #5 written by admin 1 year ago

    Dear Wawan,

    Sebenarnya tidak ada satu alat tes pun yang bisa memberikan gambaran kepribadian seseorang secara pasti dan menyeluruh apalagi tanpa meleset dari yang sebenarnya. Alat tes hanya berfungsi memberikan gambaran umum kepribadian orang tersebut dan itu tidak bisa hanya dibuktikan oleh satu macam alat tes saja. Belum lagi kesalahan yang terjadi ketika pengisian tes seperti kurang serius, tidak memberikan jawaban yang sebenarnya serta banyak kesalahan lain yang pada akhirnya mengaburkan gambaran kepribadian orang tersebut. Butuh perangkat lain yang menunjang seperti observasi dan interview serta alat-alat tes yang lainnya. Selain alat tes juga dibutuhkan kepekaan dan kejelian dalam menangkap gambaran kepribadian seseorang. Hal itu dapat diasah dengan jam terbang yang tinggi serta selalu berlatih sehingga nantinya kita akan memiliki pola tersendiri saat menghadapi orang-orang dan menilai kepribadiannya. Kepribadian merupakan suatu hal yang tidak mudah untuk diungkap karena terkadang kepribadian orang tidak selalu terimplementasikan dalam perilakunya. Kecenderungan manusia adalah hanya menampilkan perilaku yang diterima secara sosial artinya ia hanya memperlihatkan yang baik-baiknya saja. Hanya pada orang-orang tertentu saja seperti keluarga atau orang terdekat, kepribadian seseorang tertampil dalam perilakunya. Oleh karena itu tidak mudah untuk mengetahui kepribadian seseorang secara menyeluruh.

    Sebagai bahan acuan dalam menilai kepribadian, kamu juga dapat mempelajari teori-teori kepribadian dari buku-buku psikologi. Dalam teori kepribadian tersebut mengungkap hal-hal lain yang dapat dijadikan bahan pengamatan kamu terhadap subyek seperti urutan kelahiran, pola asuh keluarga, interaksi sosial dan lain sebagainya yang memepengaruhi terbentuk dan berkembangnya kepribadian seseorang.

    Salam,
    VY-episentrum

  • admin
    #6 written by admin 1 year ago

    Dear Mumuz,

    Terima kasih atas perhatiannya, kami akan pertimbangkan untuk menulis artikel mengenai hal tersebut. Ditunggu saja ya :)

    Salam,
    NP-episentrum

  • muhammad iqbal
    #7 written by muhammad iqbal 1 year ago

    mba, aku boleh tahu ga apa itu BK Pribadi?

  • admin
    #8 written by admin 1 year ago

    Dear Iqbal,
    Apa yang dimaksud BK pribadi saya juga baru mendengarnya dari kamu. Mungkin Iqbal bisa menambahkan informasi pada kami kapan kata tersebut didengar, dimana dan berhubungan dengan apa? semoga dengan bantuan informasi tersebut kami akan dapat memberikan informasi.

    Terima kasih,
    NP-episentrum

  • yuniati
    #9 written by yuniati 1 year ago

    anak saya perempuan umur 6th,IQ 120 sudah lulus dr tkit,rangking 8.temannya IQ 115 rangking 5.bagaimana saya harus menyikapi keadaan ini.saya sudah mengoptimalkan dalam kesehariannya dan tidak memaksa.tapi anak saya cenderung cuek,tapi bisa memotivasi sendiri.seperti gak apa2 to ma,besok aku berusaha lebih baik deh.saya sebagai ibu apa yang perlu saya lakukan.saya sendiri tidak tahu sistim scoring di tknya tsb valid/tidak.mohon penjelasannya boleh via email.tks

  • admin
    #10 written by admin 1 year ago

    Dear Ibu Yuni,

    Ibu patut bersyukur memiliki seorang putri yang dianugerahi Allah potensi kecerdasan yang baik dan memiliki dorongan serta motivasi untuk lebih maju lagi, tidak semua anak seusia putri ibu sudah memilikinya. Ibu sudah melakukan hal yang benar yaitu tidak memaksa putri ibu belajar, namun mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Coba ketahui gaya belajar putri ibu, apakah auditory,visual atau dominan kinestetik? dengan mengetahui gaya belajar anak, akan lebih mudah bagi orangtua untuk membuat sang anak menyenangi belajar jika anak sudah menyenanginya, ia akan dengan mudah menangkap materi yang diajarkan.
    IQ seseorang tidak menjamin keberhasilannya di masa depan jika tidak didukung oleh kematangan emosi, sikap kerja dan kemampuan sosial yang baik dan IQ yang tinggi juga tidak menjamin seorang anak memiliki prestasi akademis yang bagus di sekolahnya. Ibu Yuni, Penilaian di TK tidak hanya didasarkan pada aspek kecerdasan kognitif saja namun ada aspek lain yang menjadi penilaian yaitu aspek afektif dan psikomotorik. Sistem di tk putri ibu saya yakin sudah cukup baik. Ibu Yuni tidak perlu khawatir dengan prestasi putri ibu saat ini, yang perlu dilakukan adalah memberikan bermacam – macam stimulasi pada putri ibu agar ia dapat semakin mengembangkan potensi yang dimilikinya, tidak hanya aspek kognitif namun juga aspek sosial, spiritual dan emotionalnya dapat lebih dikembangkan, tentu saja dengan syarat tidak memaksakan kehendak orangtua pada anak. Kita sebagai orangtua sebaiknya membimbing dan mendampingi anak mencapai cita-citanya bukan memaksakan anak mencapai apa yang orangtua cita-citakan.
    Demikian dari kami, semoga penjelasan ini dapat membantu ibu menyikapi masalah tersebut dengan lebih bijaksana. Jika ada pertanyaan lebih lanjut ibu dapat menghubungi kami kembali.
    Terima kasih,
    Salam
    NP-episentrum

  • rofiqs
    #11 written by rofiqs 1 year ago

    Saya punya anak laki-laki usia 7 th, emosinya masih agak susah dikendalikan (gampang marah, mudah menyerah bila ada tugas), belum bisa menulis dengan benar meskipun selalu dilatih namun belum berhasil, malahan kini selalu marah lebih dulu jika diminta pegang pensil, jika diajak belajar juga belum mau, daya nalar anak saya juga masih seperti anak balita (masih suka bertengkar atau berebut mainan dengan anak kecil). Saya sudah coba lakukan terapi beberapa bulan namun belum menunjukkan perubahan yang berarti. Sebenarnya anak saya ini masuk kategori mana, dan bagaimana saya mengatasi masalah ini. terima kasih.

  • akhmad
    #12 written by akhmad 1 year ago

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Saya punya seorang adik yang sekarang sudah kelas 5 SD, seharusnya sudah kelas 1 SMP. tapi karena dia kurang bisa menangkap informasi yang dia terima dan pola fikir yang terbilang masih mirip balita. suatu hari saya pernah bertanya kepada adik saya ini “dik, kaki ayam ada berapa ?”, dengan polos dia menjawab “ada 2 kak”. mendengar jawabannya itu saya sangat sedih dan Iba kepadanya. orang tuanya saja sampai tidak perduli lagi pada adik saya ini, karena mereka sudah benar-benar berusaha untuk kesembuhan adik saya ini. sebenarnya ada apa dengan psikologis adik saya ini ? bagaimana solusinya ? terimakasih sebelumnya.

  • bunda jehan
    #13 written by bunda jehan 1 year ago

    halo,salam kenal.blognya bagus..
    mau tanya stimulasi efektif untuk bayi usia 14 bulan ke atas apa saja ya?selain tes sidik jari, tes apa agar ortu dapat mengetahui bakat si anak.makasih…jawabnya ke email ya…ditunggu…

  • admin
    #14 written by admin 1 year ago

    Dear Bapak Rofiq
    Usaha yang bapak lakukan sudah cukup baik yaitu membawa anak bapak untuk melakukan terapi. Namun saya perlu mengetahui juga terapi seperti apa yang dilakukan oleh anak bapak, apakah itu terapi untuk mengatasi perkembangan kognitifnya atau emosinya. Berapa lama bapak sudah melakukan terapi tersebut? dan tujuannya untuk apa? Saya menyarankan: agar terapi mendapatkan hasil yang baik dan efektif, terapi tersebut tidak hanya dilakukan ketika terapi berlangsung. Namun perlu dilakukan oleh orang-orang yang berada di lingkungan rumah karena sebagian besar waktu anak dihabiskan di lingkungan rumah.
    Dalam konsultasi ini, saya perlu mengetahui situasi seperti apa, anak anda kurang dapat mengendalikan emosi. Selain itu, perlu diketahui informasi mengenai daya tangkap anak bapak dalam menerima pelajaran, apakah ia termasuk anak yang cepat atau lambat dalam menerima pelajaran. Selain itu, saya juga perlu mengetahui mengenai kemampuan mengenal huruf, kata dan kalimat, kemampuan membaca, kemampuan menulis, dan kemampuan berhitung. Jika ia kurang mampu menerima pelajaran (mengenal huruf, membaca, menulis, dan berhitung), maka masalahnya ada pada keterbatasan intelektual sehingga ia menolak untuk belajar hingga ia kurang dapat mengendalikan diri. Jika masalah anak anda seperti ini, maka yang harus dilakukan adalah memahami keterbatasan yang dimiliki anak dengan memberikan pelajaran yang sesuai dengan kemampuan anak. Perlu juga dipertimbangkan untuk memindahkannya pada sekolah khusus atau inklusi bagi anak-anak seperti itu.

    Jika anak anda termasuk anak yang cepat tangkap, namun ia malas belajar maka anda sebagai orangtua harus berusaha menjelaskan kepada anak mengenai kelebihan dan kerugian tidak dapat menulis atau membaca, serta konsekuensi prestasi belajar yang buruk. Perlu juga anda memberikan stimulus berupa reward sebagai pernghargaan apabila ia berhasil belajar dan menulis di waktu belajar. Konsep reward ini ditujukan untuk menambah motivasi anak dalam belajar dan melatih pengendalian emosi. Semoga dengan konsultasi ini, anak anda dapat terlatih kendali emosinya dan mau belajar.

    Regards,

  • admin
    #15 written by admin 1 year ago

    Halo juga Bunda Jehan,
    Terima kasih atas apresiasinya :)
    Untuk mengetahui stimulus efektif yang dapat merangsang bakat anak, anda harus memperhatikan tugas perkembangan anak usia 14 bulan. Tugas anak usia 14 bulan adalah mengembangkan cara berpikir konkret, keterampilan motorik kasar, dan bahasa. Tes finger print merupakan salah satu tes untuk mengetahui bakat anak dengan pengetesan secara fisik terhadap aktivitas otak. Akan tetapi, anda dapat mengenali bakat anak tanpa tes. Cara paling sederhana yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah dengan memperhatikan permainan sehari-hari yang dilakukan oleh anak anda. Tanpa tes dari ahli, anda dapat mendeteksi sendiri bakat anak dengan memperhatikan permainan yang dilakukan sehari-hari oleh anak. Dari permainan, dapat dilihat apakah anak anda lebih memiliki minat dan bakat pada sisi kognitif, motorik kasar atau bahasa. Sebagai contoh, anak yang bermain lebih banyak menggunakan bahasa maka memiliki bakat di bidang yang berkaitan dengan bahasa. Sedangkan anak-anak yang bermain lebih banyak menggunakan gerak atau kinetik, memiliki bakat di bidang yang berkaitan dengan gerak fisik (contoh: olahraga). Namun, mengenal bakat anak harus dicermati dengan seksama. Bukan hanya berdasarkan pengamatan orangtua saja, namun harus dibandingkan juga dengan pengamatan guru, pengasuh atau orang-orang di lingkungan sekitar agar bakat tersebut bukan sesuatu tuntutan dari orangtua. Ada baiknya orangtua menawarkan terlebih dahulu minat anak. Setelah mengetahui minat anak, biasanya orangtua dapat mencermati apakah kegiatan yang disukainya tersebut hanya sekadar minat atau bakat. Kemudian, hal terpenting setelah mengetahui bakat anak adalah melatih bakat tersebut. Karena tanpa latihan dan tanpa eksplorasi terus-menerus terhadap potensi anak tidak akan memunculkan bakat anak sehingga bakat anak terpendam. Semoga penjelasan saya dapat membantu ibu dalam mengenali dan mengembangkan bakat anak.

    Regards,
    episentrum

  • admin
    #16 written by admin 1 year ago

    Dear Ahmad,
    Wss wr wb
    Dari informasi yang saya terima, adik anda pernah tidak naik kelas selama 2 tahun dan kurang menangkap saat diberikan informasi, saya perkirakan adik anda mengalami keterbatasan dalam intelektual. Akan tetapi, hal ini perlu diperiksa melalui pemeriksaan psikologis untuk mengetahui seberapa besar taraf kecerdasan yang dimiliki adik anda. Selain itu, anda juga dapat mencari potensi lain yang dimiliki oleh adik anda. Mungkin potensi akademisnya kurang memadai, namun ia memiliki potensi pada aspek lain, seperti keterampilan motorik halus/ kasar, musik, dan lain-lain. Hal tersebut harus ditelusuri lebih lanjut.
    Saat ini, yang dapat dilakukan oleh anda dan orangtua adalah berusaha untuk mengerti dan memahami keterbatasan yang dimiliki oleh adik anda. Tuntutan yang tidak sesuai dengan kemampuan anak hanya akan menghambat anak untuk mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya. Semakin anda dan orangtua memaksa adik untuk berusaha lebih keras untuk mendapatkan prestasi yang diharapkan oleh orangtua, semakin ia akan merasa tertekan. Anda dan orangtua sebaiknya mencoba untuk mengetahui sejauhmana adik anda dapat menerima pelajaran dan memaksimalkan potensinya. Apabila anda merasa kurang mampu untuk memaksimalkan potensi di bidang akademis, anda dapat meminta bantuan para ahli terapi untuk memberikan remedial therapy. Semoga anda dan orangtua dapat memahami keterbatasan yang dimiliki adik.

    Regards,

  • umiku
    #17 written by umiku 1 year ago

    ass,wr wb
    salam kenal untuk tim episentrum..mau konsul ni..anak pertama saya [2,5 tahun] muali cemburu dengan adeknya [9bulan]. kebiasaan sulung sebelum tidur adalah minum susu sambil memegang rambut saya dan mulai satu bulan ini saat menemani tidurnya itu, sulung tidak memperbolehkan adeknya ada di dekat saya , permintaan itu dilakukan sambil menangis keras dan tidak jarang sampai batuk dan muntah makanan yang baru dimakan..selama ini saya jarang berkata keras dan bersifat egaliter dengan menyerahkan adeknya ke orang lain pada saat menemani tidur dan atau minum susu.pertanyaanya:
    1. apakah tindakan saya menuruti kemauannya sesekali, sudah tepat?
    2. bagaimana batasan mentolerir kecemburuan kakak kepada adeknya?
    terima kasih
    wassalam

  • Bunda Rafi
    #18 written by Bunda Rafi 1 year ago

    Ass. Wr.Wb

    Anak saya laki berusia 8 th duduk di kls 3 SD. Secara akademis saya tidak terlalu khawatir dengan hasil yang sudah dia tunjukkan. Namun anak saya itu cenderung penakut atau kurang percaya diri. (Saya masih ragu mana diantara kedua kata ini yg lbh tepat utk anak saya).
    Sbg contoh: kalau anak2 lain seusia dia, berani melakukan kegiatan2 yg menantang adrenaline, outbound dll, anak saya tidak suka, kecuali kepepet saat kegiatan bersama sekolahnya. Hanya diminta utk ke warung yg ada di depan rumah saja dia tidak berani. Saya sudah mencoba mengurangi kondisi ini dengan mengikutkan les gitar, dan ternyata dia berani perform desekolahnya (walau susah payah saya dan gurunya mati2an membujuk). Mohon arahan dan petunjuknya, apa yang sebaiknya saya lakukan thd anak saya ini. Mengingat dia anak laki2, saya ingin dia tumbuh menjadi anak pemberani dan bisa menjadi pemimpin di lingkungannya. Dan yang paling penting , tidak mudah terpengaruh dengan pengaruh2 negatif di lingkungannya. Apakah anak saya tsb perlu saya ikutkan assessment atau mungkin ada treatment khusus ? Oya, kalau boleh tanya, berapa biaya utk tes psikologi anak ya ? Mohon pencerahannya. Terima kasih. Bunda Rafi

  • damank dafa
    #19 written by damank dafa 1 year ago

    salam kenal,
    saya damank, saya ingin mengkonsultasikan tentang tunangan saya.

    saya bingung akhir-akhir ini tepatnya 3 mingguan kita bertengkar,
    dan saat saya tanya sebabnya,
    dia selalu berkata “mboh”
    atau dalam bahasa Indonesianya tidak tahu

    pertanyaan saya apa cara yang harus saya lakukan agar saya dan dia tidak bertengkar?

    saya mohon jawabanya
    terima kasih

  • Hastomo
    #20 written by Hastomo 1 year ago

    salam kenal mas?
    saya mau tanya, minat itu apa terus aspek-aspek yang menyertai minat itu apa ya mas?
    kira-kira, sikap-sikap apa yang bisa dilihat mata dari aspek-aspek tersebut. maturnuwun sanget, mas?

  • admin
    #21 written by admin 1 year ago

    Dear Bunda Rafi,

    Terima kasih atas kepercayaan ibu untuk mengkonsultasikan anak ibu pada
    Episentrum. Setelah saya membaca email ibu, saya rasa akan lebih baik apabila
    ibu memberikan informasi mengenai respon orangtua atau orang-orang di
    sekelilingnya ketika ia melakukan kesalahan, dan apakah dari pihak orangtua ada
    juga yang memang memiliki rasa kurang percaya diri saat dihadapkan pada situasi
    di depan orang banyak. Berdasarkan informasi yang ibu berikan, saya
    memprediksikan anak ibu cenderung tergolong sebagai anak yang kurang percaya
    diri ketika melakukan sesuatu yang baru atau tampil di hadapan orang banyak.
    Biasanya anak-anak yang kurang percaya diri disebabkan oleh adanya kecemasan
    ketika ia harus berinteraksi di depan orang baru/ asing/ banyak orang. Ia
    mengalami kecemasan akan dinilai dan mendapatkan feedback yang negatif ketika
    berinteraksi. Oleh karena itu, anak-anak ini berusaha menghindari sebisa mungkin
    berinteraksi dengan orang yang tidak dikenalnya. Untuk mengatasi hal tersebut,
    usaha yang telah dilakukan oleh ibu sudah baik, yaitu memberikan kesempatan
    kepada anak ibu untuk mengikuti les gitar dan membujuknya untuk perform di
    hadapan banyak orang. Itu merupakan suatu usaha yang keras bagi anak dan perlu
    diberikan pujian setelah anak berhasil melakukannya. Pujian tersebut ditujukan
    agar anak memperoleh rasa percaya diri telah dapat perform di hadapan banyak
    orang. Meskipun anak melakukan beberapa kesalahan dalam perform-nya tetapi ia
    telah berhasil melawan rasa cemasnya. Ibu juga dapat memasukkan anak ke dalam
    kegiatan yang diminatinya, selain bermain gitar, seperti mengikuti bela diri/
    pramuka. Dalam bela diri atau pramuka, anak dilatih untuk mandiri dan berkembang
    rasa disiplin dan kepemimpinannya karena tiap rangkaian latihan ditujukan untuk
    melatih rasa kepemimpinan anak. Atau ibu dapat mengikutsertakan
    kegiatan-kegiatan yang dapat mengembangkan rasa percaya diri dan melatih
    kepemimpinan, misalnya seperti outbond, pesantren kilat, dokter kecil, dan PMR.
    Hal ini perlu dilakukan terus-menerus secara konsisten, serta yang paling
    terpenting adalah berikan pujian terhadap anak ibu setelah melakukan usaha.

    Selain pemilihan kegiatan, ibu juga harus memperhatikan cara bersosialisasi
    anak. Anak yang kurang percaya diri biasanya memiliki teman yang lebih sedikit
    dan tidak memiliki teman dekat daripada anak yang percaya diri. Apabila anak ibu
    memiliki teman yang sedikit, maka ibu dapat memberikan kesempatan untuk bermain
    lebih banyak dengan teman sebayanya. Hal ini ditujukan agar anak ibu dapat
    mengembangkan rasa percaya dirinya saat ia berinteraksi dengan temannya. Dari
    interaksi tersebut, ia dapat mengetahui cara teman memperlakukan (kekurangan dan
    kelebihan) sehingga ia dapat menilai sendiri mengenai kelebihan yang dia miliki.
    Dari eksplorasi terhadap kelebihannya tersebut, anak dapat mengembangkan sikap
    percaya dirinya. Selain itu, orangtua juga dapat mencari kelebihan dan
    kekurangan yang dimiliki oleh anak. Setelah itu, diskusikanlah kira-kira apa
    kelebihan yang dimiliki oleh anak dan kegiatan apa yang sesuai untuk
    mengembangkan kelebihannya itu. Begitu pula dengan kekurangan yang dimilikinya.
    Diskusikan kekurangan tersebut dan kegiatan apa yang dapat meminimalisir
    kekurangannya.

    Sejauh ini, saya rasa assesment belum perlu dilakukan terhadap anak ibu. Yang
    perlu dilakukan adalah ibu dapat melakukan diskusi bersama anak mengenai
    eksplorasi kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya dan bagaimana cara
    menonjolkan kelebihan dan meminimalisir kekurangannya dengan kegiatan yang
    sesuai. Selain itu, perlu diperbanyak kegiatan-kegiatan yang berkaitan atau
    interaksi dengan banyak orang, dan berikan pujian terhadap anak setelah ia
    berhasil melakukan usaha untuk berinteraksi atau tampil di hadapan banyak orang.
    Serta berikan kesempatan sebanyak-banyaknya bagi anak untuk berinteraksi dengan
    teman sebayanya.

    Salam,
    RM

  • admin
    #22 written by admin 1 year ago

    Wss wr wb ibu Novi

    Dari informasi yang diberikan, anak ibu diprediksi mengalami sibling rivalry atau kecemburuan terhadap saudara kandung. Perilaku yang nampak sekali adalah adanya persaingan yang ditampilkan oleh saudara kandung untuk mencuri perhatian atau kasih sayang ibu sehingga ia diperhatikan dibandingkan saudara kandungnya yang lain. Perilaku ini apabila dibiarkan akan mengembangkan sikap anak untuk menjadi egois, tidak mau mengalah dan selalu ingin diperhatikan oleh orang-orang sekelilingnya atau bahkan iri yang menyebabkan dirinya dapat melakukan perilaku saja untuk mendapatkan perhatian orang-orang di sekelilingnya. Dalam kasus ini, ananda melakukan temper tantrum seperti menangis keras dan memuntahkan sesuatu dari mulutnya agar diperhatikan oleh orangtua. Hal utama yang perlu dilakukan oleh ibu adalah meyakinkan ananda (kakak) bahwa ia juga disayangi oleh ibu dan bapak. Usaha yang telah ibu lakukan seperti memberikan kesempatan pada kakak untuk bersama ibu tanpa ada gangguan dari adik sudah merupakan usaha yang tepat. Selama ibu bersama kakak menemani minum susu, maka ibu dapat mencurahkan seluruh perhatiannya seperti mencium jidat atau pipi atau mengelus pipi dan bahunya/ memeluknya (bahasa nonverbal lainnya) sambil memberikan penjelasan kepada kakak mengenai keberadaan adik. Keberadaan adik dalam hal ini bukan sesuatu hal yang mudah dapat diterima oleh kakak karena selama ini kakak mendapatkan seluruh perhatian dari orangtua dan lingkungan sekitar. Sementara setelah adik lahir, perhatian tersebut teralihkan dan kakak merasa tidak ada yang memperhatikan atau menyayanginya lagi. Setelah berhasil menyakinkan kakak bahwa ia juga dicintai, ibu dapat memberikan kesempatan bagi adik untuk masuk berada antara ibu dan kakak sehingga kakak dapat menerima kehadiran adik dalam keluarga.

    Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan juga dalam tingkah laku kakak untuk mendapatkan perhatian. Jika ia tidak menyakiti adik secara fisik, hal tersebut dapat ditolerir. Yang menjadi perhatian disini adalah kakak menyakiti adik secara fisik, misalnya seperti melempar mainan ke adik atua memukul adik dengan benda keras, untuk mendapatkan perhatian orangtua. Perilaku ini termasuk perilaku membahayakan sehingga perlu diberikan pengertian tegas kepada kakak bahwa perilaku tersebut tidak baik. Itulah kiranya yang dapat saya sarankan. Semoga saran saya dapat memberikan tindakan yang tepat bagi pengasuhan ibu terhadap ananda. Terima kasih.

    Salam,
    RM-episentrum

  • admin
    #23 written by admin 1 year ago

    Dear Damank
    untuk mencari akar permasalahan yang anda dan pasangan alami, dengan kondisi pasangan anda yang sulit diajak berkomunikasi, maka sebaiknya anda memberikan waktu terlebih dahulu kepada pasangan anda untuk meredakan emosinya. Namun bukan berarti kemudian anda hanya berdiam diri menunggu. Apakah biasanya jika anda sedang bertengkar membutuhkan waktu yang cukup lama ataukah hanya akhir-akhir ini saja. Jika ternyata kondisi saat ini yang anda alami tidak biasa terjadi maka kemungkinan ada masalah yang cukup krusial namun kurang anda sadari. Hal ini membuat pasangan anda merasa kesal namun ia menginginkan anda berinisiatif menemukan dan mengakui kesalahan anda. Sebaiknya anda mengkoreksi diri secara lebih detil untuk melihat sekiranya apa yang membuat pasangan anda marah. Jika setelah anda mencoba mengkoreksi namun tetap mengalami kesulitan untuk menemukan kesalahan anda, kemungkinan terjadi perbedaan persepsi dan cara pandang antara anda dengan pasangan dalam melihat atau menghayati sesuatu. Misalnya anda terlambat 5 menit untuk datang kerumah pasangan anda. Dalam sudut pandang anda, hal tersebut bukanlah sebuah masalah karena tidak berdampak apa-apa. Namun dari sudut pandang pasangan anda, hal tersebut merupakan kesalahan. Ini
    hanya contoh kecil dan masalah semua orang pasti berbeda. Namun pada intinya ada perbedaan cara pandang terhadap sesuatu. Jika pada kondisi seperti ini, yang dapat anda lakukan adalah mencari informasi dari sumber yang dekat dengan pasangan anda seperti dari keluarga, sahabat, kakak/adik dll. Apalagi anda telah bertunangan, dan semakin memudahkan akses anda untuk mencari informasi dari keluarga. Jika anda ingin berbicara dan menanyakan secara langsung kepada pasangan anda, cobalah untuk terlebih dahulu mengutarakan apa-apa yang sudah anda usahakan untuk menemukan kesalahan anda. Bertanya dengan menunjukkan keseriusan dan bukan pertanyaan yang sekedar ingin tahu dan terkesan tidak merasa melakukan kesalahan. Untuk selanjutnya minta pada pasangan anda untuk lebih terbuka dalam mengemukakan keberatan dan keinginan agar anda berdua lebih memahami satu sama lain. pada kesimpulannya diperlukan komunikasi dua arah yang baik dan terbuka sehingga masalah tidak menjadi berlarut-larut.

  • Edi
    #24 written by Edi 1 year ago

    Mau tanya bagaiman Cara melatih konsentrasi berpikir anak umur 5 thn mohon infonya?Terima kasih

  • evelyn
    #25 written by evelyn 1 year ago

    tolong bikinin aqu dialog 5 orang 1 orang laki-laki 4 orang perempuan

    plizzzzz
    penting butuh banget sekarang juga

  • kempes
    #26 written by kempes 1 year ago

    ak nnya tetang dia seorang yng manja
    bgai mna mrubah pola fikir anak manja itu
    ltolng di bantu….

  • trisna
    #27 written by trisna 1 year ago

    saya merasa akhir..akhir ini saya kurang bisa konsentrasi belajar sehingga perestasi saya menurun ….
    bisa di bantu gimana caranya agar dalam belajar saya lebih konsentrasi… trimakasih atas jawabannya

  • Bunda Frans
    #28 written by Bunda Frans 1 year ago

    Salam kenal,
    blognya sangat bagus dan meberi banyak masukan baru untuk saya.
    Saya ingin menanyakan, anak pertama saya Frans (5,5th), sudah TK B. Prestasi di sekolah sangat memuaskan, sudah lancar membaca bhs inggris-indonesia & lancar menulis.
    Perilaku di sekolah juga sangat memuaskan. Sejak di playgrup 2 tahun hingga sekarang sering saya mendapat pujian atas sikapnya yang sangat baik,.
    Masalahnya di rumah dia bisa berbeda sama sekali.
    Suka melawan (meski tidak selalu), dan kasar terhadap adiknya (laki2 juga, usia 2,5th) bila sedang bertengkar.

    Bila dinasihati baik2, misal ” Frans tau kan perbuatan kaya gitu itu salah?” Dia akan sengaja menjawab “nggak tahu” padahal dalam hatinya dia tahu.
    Seringkali ayahnya mengatakan “ayah sayang Frans ya?” dia akan jawab “nggak sayang”
    Di sekolah pernah kejadian beberapa kali, saat bermain dg temannya ada yg kasar terhadap dia (dipukul). Tapi Frans berusaha tidak membalas, hanya dengan memberi tahu ke temannya kalau perbuatannya membuatnya sakit.
    Namun sebaliknya di rumah, bila adiknya menganggu dia, atau berantem soal mainan, dll dengan dia. Frans bisa bersikap langsung memukul, mendorong, atau bahkan menedang adiknya.

    Kira2 mengapa dia seperti itu? Mengapa bila dinasihati suka sengaja merespon negatif (seolah2 untuk memancing amarah kita). Dan mengapa dia bisa bersikap sekasar itu terhadap sang adik ?

    Terimakasih atas perhatiannya.

  • by mutia
    #29 written by by mutia 1 year ago

    salam kenal,,
    saya ingin bertanya,,
    saya mendapatkan tugas dari guru BK saya untuk bahan diskusi mengenai tentang pemahaman diri.
    menurut anda apa itu pemahaman diri dan apa saya yang perlu saya bahas dalam diskusi nanti..

    terimakasih..
    tolong bantuannya,

  • Ida
    #30 written by Ida 1 year ago

    Asslmkm.. slm kenal..
    Saya seorang Guru Konseling di daerah Cikarang Bekasi..
    Mau tanya Pembiayaan untuk Tes BAKAT & Minat (Program Penjurusan IPA & IPS Untuk kelas XI ) Per Siswa di kenakan berapa ya????
    Tolong di balas di Email saya saja…….
    Terima kasih sebelumnya..
    Wassalam…..

  • admin
    #31 written by admin 1 year ago

    Dear Ibu Ida
    Untuk biaya tes minat dan bakat akan kami kirimkan kel email pribadi ibu

    Terima kasih

  • febi
    #32 written by febi 1 year ago

    salam kenal nama saya febi,saya mau brtnya pa pola fikir manusia bsa drubah????
    dan bagai mana caranya???

  • aini
    #33 written by aini 1 year ago

    selamat pagi
    saya mau tau ttg informasi training utk guru.beraya biayanya ?ttg apa az materinya?.mohon segera dibalas di email saya.terima kasih sebelumnya

  • Lathifa
    #34 written by Lathifa 1 year ago

    Assalamu’alaykum wr wb.
    salam kenal,
    saya senang dengan blog ini, sangat bermanfaat! saya mau konsul, anak saya laki-laki, umur 3 tahun, baru masuk playgroup. bagaimana cara memberikan stimulus agar dia fokus dan tidak cepat bosan ketika diajarkan sesuatu? seringkali anak saya cepat ‘nyelimur’ atau tidak betah di dalam kelas dan kalau diajari di rumah juga sering tidak fokus, meskipun belajar sambil main-main. padahal yang saya baca fokus adalah salah satu life skill yang penting dan dapat dilatih sejak dini..terima kasih atas sarannya.
    wassalamu’alaikum wr wb.

  • admin
    #35 written by admin 1 year ago

    Wa alaikum salam wr wb,
    Dear Ibu Lathifa,
    Fokus atau erat kaitannya dengan kemampuan konsentrasi memang sangat diperlukan dalam proses kegiatan belajar mengajar, tidak terkecuali bagi anak ibu yang sudah memasuki playgroup. namun, ada satu hal juga yang perlu diperhatikan yaitu bahwa usia 3 tahun adalah usia bermain. anak-anak akan memberikan perhatiannya secara lebih terhadap “mainan” dibandingkan dengna “pelajaran” atau hal2 yang ingin kita ajarkan padanya. untuk menyiasati hal itu cobalah ibu menggunakan teknik bermain dalam memberikan pelajaran terhadap sang buah hati. cara ini bisa dilakukan sambil bernyanyi atau mengikuti permainan2 yang disukainya. cobalah dari hal2 sederhana dan jangan terlalu memberikan “tuntutan” yang terlalu tinggi. dan yang tidak boleh dilupakan adalah hargai setiap keberhasilan yang diperolehnya (dengan pujian, misalnya) dan koreksi secara bijak kesalahan yag diperbuatnya.

    semoga berkenan, selamat mencoba

    Salam ST-episentrum

  • susanto
    #36 written by susanto 1 year ago

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Saya senang melihat bog ini, saya mau kunsultasi masalah yang aku alami selama ini, bagaimana untk menghadapi permasalahan yang timbul pada diri saya setiap saya menghadapi sesuatu saya selalu gemetaran dan jantung berdebar sangat kencang apaliagi kalau saya di perintah atasan untuk berbicara di forum, bagaimana agar saya bisa tenang dalam melakukan pekerjaan bicara di forum agar santai dan tidak gemetaran Trim’ s Walasam

  • hilmy
    #37 written by hilmy 1 year ago

    Assalamu’alaikum Wr. Wb,
    setelah banyak mencari beberapa blog, untuk menyampaikan permasalahan ini, akhirnya, saya merasa cocok untuk melakukan konsultasi di Blog ini.
    saya mempunyai bayi perempuan umur 1,5 tahun, alhamdulillah sehat dan normal, tapi dari umur 1 tahun, bayi saya sepertinya memiliki libido sex yang tinggi. dia sering menggesek-gesek kemaluannya dilantai dengan cara tengkurap. setiap hari dan sering kali.
    apakah ini normal ?

    terima kasih

  • admin
    #38 written by admin 1 year ago

    dear bunda…

    waahhh..agak bingung juga yah menghadapi sikap Frans yang kontradiktif antara disekolah dan dirumah…
    coba bunda perhatikan masalah2 yang biasanya menjadi sumber perkelahian antara Frans dan adiknya sampai Frans berlaku kasar terhadap sang adik. lalu coba bunda diskusikan dengan Frans (tentu saja dengan cara yang bijak dan komunikatif sesuai usia dan pemahamannya) mengapa hal tersebut bisa terjadi, dan coba sesekali bunda ajak Frans membayangkan bagaimana jika masalah tersebut terjadi dengan teman disekolahnya. hemat saya, anak seusia Frans sudah cukup bisa diajak diskusi dengan baik, apalagi Frans tergolong anak yang baik disekolah. selain itu mungkin bunda bisa coba mengajak Frans untuk berbicara empat mata mengenai perasaannya terhadap sang adik dan alasan2 mengapa dia bertindak kasar. terkadang anak seusia Frans merasa jealous terhadap kehadiran adik, meskipun jarak lahirnnya cukup jauh.

    semoga membantu.

  • rini
    #39 written by rini 1 year ago

    Assalamualaikum wr.wb

    Saya senang mengetahui ada blog ini, sebelumnya terimakasih karena saya bisa konsultasi disini. Saya ibu pekerja memiliki 2 anak, perempuan 6 tahun 4 bulan (1 Sd) dan laki-laki 5 tahun.(TK). Anak pertama saya sebelumnya masuk TKB, tidak mengalami kesulitan sosial-psikis untuk sekolah, dia ikut antar jemput, semangat sekolah. Sebelumnya dia antusias masuk SD, karena dekat jaraknya, itu berlangsung 2 minggu pertama, namun minggu berikutnta sampai sekarang harus selalu diantar, ditunggu didalam kelas sementara temannya tidak. Treatment seperti apa yang harus saya lakjukan, dia beralasan tidak mau dengan teman barunya, padahal teman-tmannya dan gurunya pada baik. Adiknya lain lagi, 22 minggu pertama juga bisa masuk sekolah, minggu berikutnya oleh gurunya diberi treatmen langsung dfiambil paksa dari yang mengantar untuk masuk kelas , berikutnya samapai 4 hari. hari kel5 di minggu ke 3 anak yang kedua sama seklai menolak masuk Tk dan memilih ikut kakanya di SD kelas 1. samapi saat ini anak ke2 saya ikut kakanya di ds kelas 1, walaupun hanayab nem,enin. Pernah saya usahakan untuk cari Tk lain, namun reaksinya ketakutan, takut asama gurunya, padahal tk tersebut akrab dengan dia, TK kakanya. Saya bingun dengan kondisi ini, apa yang harus dilakukan? apakah saya harus pindahkan anak pertama saya ke sekolah yang ada teman tknya? apakah anak kedua saya mengalami trauma? terimakasih atas perhatiannya saya ingin sekali memperoleh informasi sehingga saya dapat tepat bertindak. Trimaksih. wassalam

  • admin
    #40 written by admin 1 year ago

    Dear Susanto
    apa yang anda alami bisa jadi disebabkan kaerna kekhawatiran anda terhadap pekerjaan yang diberikan. rasa khawatir ini lalu berubah menjadi rasa takut yang membuat anda menjadi cemas. untuk mengatasi hal ini, cobalah anda mempersiapkan diri anda sebaik mungkin dalam menghadapi setiap pekerjaan yang diberikan kepada anda, catat baik-baik setiap keperluan dan kebutuhan dalam tugas yang diberikan dan siapkan semua sebelum deadline yang diberikan, termasuk dalam tugas berbicara didepan forum. siapkan materi2 pembicaraan yang akan disampaikan, pilihlah kata-kata yang singkat, jelas dan mudah dimengerti dan tentu saja anda harus sering berlatih.

    ST

  • yull
    #41 written by yull 1 year ago

    Anak pertama saya laki2 sekarang dah 7th duduk dikelas 2 SD,saya perhatikan kalau dia habis dimarahi,pasti nilai sekolahnya langsung jeblok,tapi klo dialem2 gitu nilainya bisa bagus,untuk pelajaran berhitung kadang kurang teliti,tapi klo pas mo berangkat sekolah selalu saya ingatkan tuk hati2 mengerjakan soal,nilainya bisa bagus,tapi klo saya lupa mengingatkan bisa anjlok lagi,begitu juga dengan menulis yg tadinya tulisannya acak2an,begitu saya kasih contoh dan saya latih beberapa kali dengantulisan yg lebih bagus,ternyata dia bisa.dan yg paling bikin saya suka marah klo nonton tv bisa seharian,sampai2 tuk belajar mesti disuruh dulu,masih suka main seperti anak balita,namun demikian klo saya nasehati dan ajak bbicara baik2,semuanya bisa berubah,jadi penurut sampai2 dia mau ikut beres2 rumah dan kamar.Tapi klo dikasari sedikit aja, ya jadi kambuh lagi sikap negatifnya.
    Sikap saya dan ayahnya yg sebaiknya bagaimana?
    Sebenarnya tipe anak saya ini, anak yg seperti apa ya?

  • indra
    #42 written by indra 1 year ago

    Assalamu’alaykum wr wb.
    salam kenal,
    saya senang dengan blog ini, sangat bermanfaat! saya mau konsul, anak saya perempuan (anak tunggal), umur 5 th 10 bln, sekarang kelas 1 SD.Saya ingin konsultasi apakah anak saya termasuk penyandang disleksia atau bukan. Sudah 3 bln berjalan dia kelas 1 SD dengan 9 mata pelajaran dari jam 6.30 sd 13.00. Dia sudah bisa membaca atau menulis yang menurut penilaian saya kurang bisa cepat. Selama di SD Dia sudah 3 kali membawa pulang pekerjaan (menulis soal dan jawabannya) yang seharusnya dikerjakan disekolah. Tapi kalau dikerjakan dirumah dia bisa mengerjakan cepat. Dia jarang sekali cerita kalao ada PR kecuali ditanya. kalau saya perhatikan ketika di rumah anak saya tidak bisa diam kecuali saat tidur. Ada saja yang dia lakukan seperti mewarnai, menggambar, merangkai mainan, ataupun mengajak ngobrol (ceriwis). Kalau selesai maianan tidak pernah merapikan meskipun seringkali dinasihati. Makan maunya disuapin begitupun minum susu, mandi maupun berpakaian (meskipun sebenarnya dia bisa), dia kalu lari kurang bisa cepat. Dia lebih sering menggunakan tangan kiri kecuali menulis, makan/minum. Kalau punya kemauan harus dituruti, kalau tidak dia bisa menangis keras tapi langsung bisa tertawa kalau kitanya melucu didepan dia. Dia gampang kasihan sama orang lain. Dia senang dibombong, dia akan menangis kalau orang tuanya memuji anak lain. kalau sudah punya prinsip sepertinya kekeh. Waktu umur 3 tahun ya tanya ke dia ttg cita-citanya, dia bilang ingin jadi dokter, dan sampai skrang cita2nya tidak berubah . Sebelumnya saya ajak dia ke tes sidik jari dimana hasinya adalah dia lebih senang menggunakan otak kanan dan punya kriteria Intuiting Introvet. katanya motorik tangan kanannya lemah menyebabkan dia tidak bisa menulis dengan cepat.Sebelum Lebaran kemarin dia sudah mengikuti ujian di sekolahannya dengan hasil bhs Indonesia 75, agama (blm tahu), bhs inggris (blm tahu), matemetika 95, IPA 95, IPS 88, PLBJ 95, kewarganegaraan 60. Olah raga (blm tahu). Dengan gambaran tersebut, anak saya termasuk disleksia atau tidak? dan bagaimana menanganinya. terima kasih atas sarannya.
    wassalamu’alaikum wr wb.

  • Ibu liana
    #43 written by Ibu liana 1 year ago

    Salam.., Blog nya bagus aku suka.. , terima kasih sebelumnya. Aku punya permasalahan dengan anak ku yang perempuan yang berumur 10 tahun sekarang duduk di kelas 4 SD. Kenapa kalau dalam belajar susah betul untuk fokus. Kalau di kasih soal latihan di rumah, setiap mengerjakan satu soal lalu beralih ke hal2 lain begitu selalu. Prestasi di sekolah biasa2 saja, untuk nilai2 yang didapat selalu rata-rata. Untuk meningkatkan mutu nilainya sekarang aku kasih tambahan kegiatan setelah sekolah yaitu Les. tapi dalam beberapa bulan, hasilnya juga tetap sama. yang menjadi pertanyaan adalah.. bagaimana caranya merubah supaya dia bisa lebih “fokus” dalam segala hal ? Terutama dalam belajar dan supaya lebih konsentrasi dalam mengerjakan pekerjaan sekolahnya. Termasuk type yang manakah atau type apakah yang seperti itu..? Bagaimanakah peran serta orang tua dalam menghadapi anak yang seperti itu dan harus bersikap seperti apa?
    Sebagai pertimbangan untuk daya ingat anak saya itu cukup baik.Menyukai film2 kartun, emotional ( kalau melihat sinetron yang dramatik , misalnya) tetapi untuk mengerjakan sesuatu hal.. dalam bermain misalnya selalu berpindah-pindah permainan, yang satu belum selesai sudah pindah ke hal lain. Sepertinya cepat bosan. Gejala apakah itu..? Terima kasih atas perhatiannya .

  • nurul
    #44 written by nurul 1 year ago

    saya suka sama blog ini, karna dapat membantu saya mengembangkan cita-cita menjadi psikolog, walaupun saya baru berusia 13tahun.

  • bachrun.hanise@gmail.com
    #45 written by bachrun.hanise@gmail.com 1 year ago

    Saya punya ponakan( orang tua berada) kelas 1 SMU di Semarang, punya masalah, tidak punya motivasi untuk sekolah, hobby balapan, nggak mau masuk kelas, sering bolos, susah menerima nasehat. Mohon advisenya.

  • Mama Rizky
    #46 written by Mama Rizky 1 year ago

    Assalamu’alaikum Wr. Wbr.

    Saya seorang Ibu dengan 2 orang anak, kebetulan saya adalah Ibu sambung dari Mama mereka yang telah meninggalsetahun sebelum pernikahan saya dengan Ayah mereka. Pada dasarnya mereka wellcome dengan kehadiran saya. Waktu saya menikah anak saya Riky berumur 9thn (kls 5 SD) & adiknya 5thn (TK B). Sekarang Risky kelas 3 SMP & adik 5 SD.
    Dari awal saya mengenal Risky rasanya ada sesuatu yang ganjil dengan Risky, dimana dia terlalu kekanak2an untuk anak seusianya tapi cara bicaranya sering seperti orang tua. Saya bingung dengan anak saya ini, secara prestasi tidak ada masalah nilainya cukup bagus dan daya tangkapnya untuk urusan teknologi komputer & pelajaran eksak cukup cepat . Tes IQ nya 137/masuk kategori very superior. Tetapi urusan emosi sangat sulit mengendalikan diri, belajar dan menjalankan kewajiban dia males sekali. Bahkan waktu dia masuk kls 1 SMP hampir 2 semester dia tidak mengerjakan tugas/PR sekolah, kita sudah coba dari halus sampai keras tapi tidak juga ada artinya buat dia. Bahkan dia tidak perduli akan jadwal ulangan ataupun ujian. Dia selalu berusaha/membohongi kami kalau ada jadwal ulangan/ujian, terutama untuk ujian les Bhs.Inggris dia selalu memilih untuk ikut susulan daripada ikut ujian pada waktunya. Bahkan pernah kelas 6 SD kami sampai ditelp gurunya karena dia tidak mengikuti ujian praktek Olah Raga & Seni Rupa, dia masuk sekolah tapi lebih suka bermain-main ketimbang belajar. Dia amat suka sekali dengan Game dan Menggambar Manga. Bahkan waktu kls 2 SMP dia pernah bolos sekolah 4 hari main game online ke Warnet. Terkadang saya suka heran, dia itu kalau menasehati anak lain/adiknya sepertinya pintar sekali seperti orang tua menasehati anaknya tetapi praktek utk dirinya sendiri amat sulit. Sekarang dia sudah kelas 3 SMP tetapi buku-buku sekolahnya masih sering hilang, kalau sudah ditanya dia tidak mau menjawab. Pernah sekali waktu dimarahi karena sudah terlalu sering berbohong dia pura-pura gila, tetapi saya melihat matanya masih normal jadi saya tahu dia sedang bersandiwara dan hal ini yang sering membuat salah paham di keluarga. Kalau antara saya dengan ayahnya tidak ada masalah untuk urusan pendidikan anak, dia percaya & tau bahwa yang saya lakukan demi kebaikan, karena sebelumnya kami pernah konsultasi dengan 2 psikolog dan mereka menyimpulkan normal. Memang Pak/Bu kalau segala keinginannya terpenuhi & saat dia tidak dituntut kewajiban spt belajar, shalat, les maka dia menjadia anak manis. Tetapi kalau harus melakukan kewajibannya dia bisa berubah begitu mengesalkan. Dan dia merasa saya selalu menyayang adiknya dan tidak menyayang dia. Dia ingin diperlakukan yang sama dengan adiknya yang masih kecil, padahal untuk bebrapa hal dia harus sudah belajar akan kewajiban & tanggung jawab. Kebetrulan juga adiknya lebih dewasa daripada dia dan selalu prepare dengan segala kebutuhannya. Padahal kalau adiknya salah, sayapun juga memarahinya agar tidak ada kecemburuan antar mereka tetapi tetap saja kakaknya merasa dibedakan, dan kalau sudah begitu saya tanya baik2 kepada keduanya dimana Mama tidak adilnya, maka kakaknya pun tersenyum dan bilang “maaf aku yang salah”. Mohon sarannya bagaimana agar Risky bisa lebih dewasa. Terimakasih.

  • Mutia
    #47 written by Mutia 1 year ago

    Anak saya berumur 24 th ,, sdh tidak berayah sejak usia 17 th,,tidak punya percaya diri sama sekali, sudah duduk di PTsebanyak 3 x (pindah2) ,,,walau dia gagah,,berhadapan dng hal2 yg kira2 membutuhkan self confidence..dia mundur,,
    Sekarang dia menganggur dan saya sdh kewalahan memacu diri dia,,pernah konsultasi Psychologi tidak dilakukan dng sungguh2 shg hasil buruk dan ketika diwawancara hasilnya baik,,kepribadian seperti apakah putra saya ini,,saya cukup kewalahan,,
    mohon konsulnya,,langkah apa yg mesti saya lakukan utk mengembalikan kepercayaan diri dan mau bekerja atau sekolah lagi seperti layaknya teman2nya yg lain,,
    apakah faktorhilangnya ayah yg begitu cepat mempengaruhi perkembangan jiwa dia?
    terimakasih atas perhatian Bapaka/Ibu

  • reny
    #48 written by reny 1 year ago

    saya berusia 21 tahun selama 2 tahun awal hubungan baik- baik saja TETAPI saya sering membohongi dia padahal maksud saya agar dia tidak sakit hatisekarang semuanya semakin berantakan kepercayaan itu hampir gak ada dan saya ingin banget memperbaikinya tetapi dia sudah gak peduli lagi sama saya bahkan dia berniat mengakhirinya bagaimana untuk mengembalikan kepercayaannya lagi

  • admin
    #49 written by admin 1 year ago

    salam hangat Ibu Tia

    Kehilangan sosok/model ayah memang berat bagi seorang anak terlebih jika anak
    tersebut masih dalam usia anak-anak. Kematian memang memberikan dampak yang besar
    dan sulit diterima bagi sebagian orang terlebih jika terdapat kelekatan dan ketergantungan
    terhadap sosok tersebut. Ibu kurang memberikan informasi apakah kepribadian anak
    ibu yang kurang percaya diri memang sudah terlihat sejak kecil ataukah ada perubahan
    yang terjadi sejak ayah meninggal. Jika ibu melihat adanya perubahan sikap dan perilaku,
    mungkin memang hal tersebut disebabkan karena kematian yang belum dapat diterima.
    Namun jika memang sejak kecil sudah terlihat tanda-tanda kurang percaya diri, maka
    dapat dikatakan anak ibu memang memiliki kepribadian kurang percaya diri dan tidak
    disebabkan oleh kematian. Kepribadian seorang anak sangat besar dipengaruhi oleh
    pendidikan dan perkembangan sejak kecil di dalam keluarga. Biasanya anak yang sejak
    kecil selalu dibebani dengan keinginan orangtua dan tidak diberikan ruang untuk bicara/
    menyampaikan pendapat di dalam keluarga, akan mengalami kurang percaya diri dan
    minder. Kalau memang hal ini terjadi di dalam keluarga ibu, maka hal pertama yang harus
    diperbaiki adalah komunikasi dan kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Perhatikan
    juga apakah di lingkungan sosial/pertemanan anak ibu ada kesenjangan ekonomi yang
    dirasakannya? Biasanya remaja sangat impulsif jika menginginkan sesuatu dan ingin
    memiliki apa yang temannya miliki. Hal ini jg dapat menjadi pemicu masalah. Namun saat ini
    usia anak ibu telah masuk dalam fase dewasa awal artinya seharusnya ia tidak lagi mudah
    dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya dalam hal yang kurang esensial seperti ingin memiliki
    barang yang sama dengan temannya. Mungkin ada hal lain yang dirasakan oleh anak ibu,

    yang membebani perasaanny namun tidak ia ungkapkan. Coba ibu dalami dahulu untuk
    mengetahui masalah anak ibu yang sebenarnya.

    Mengenai masalah berkali-kali pindah-pindah perguruan tinggi, sebelumnya
    bagaimanakan sejarah pendidikan anak ibu? Apakah selalu lancar? Jika ya dan masalah baru
    muncul ketika di PT, maka ibu harus mencari tahu apakah jurusan yang dipilih oleh anak ibu
    sudah sesuai dengan keinginan pribadinya? Apakah anak ibu memang menginginkan kuliah
    ataukah sebenarnya ia tidak ingin kuliah dan ingin segera bekerja? ataukah kepindahan anak
    ibu disebabkan adanya masalah baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat yang diterjadi
    maupun yang hanya dirasakan oleh anak ibu. Jika ibu kesulitan bicara ataupun mengorek
    informasi dari anak ibu, ibu dapat menggunakan strategi dengan meminta bantuan dengan
    teman-teman anak ibu yang cukup dekat untuk bicara. Tapi sebelumnya ibu ceritakan
    terlebih dahulu kepada teman anak ibu hal-hal yang menjadi perhatian ibu dan masalah
    yang terjadi. mungkin berbicara dengan teman yang seusia dapat membuat anak ibu lebih
    terbuka dan mengetahui keinginan anak ibu.

    Jika masalah yang sesungguhnya dari anak ibu tidak diketahui maka akan sulit
    bagi ibu sendiri untuk membantu anak ibu keluar dari masalahnya tersebut. memang
    sebagai orangtua memiliki keinginan dan standar tersendiri bagi anaknya. Namun apakah
    keinginan orangtua juga sejalan dengan keinginan anak? belum tentu karena sebenarnya
    anak memiliki keinginan untuk dapat memilih yang terbaik untuk dirinya. tugas orangtua
    hanya membimbing dan mengarahkan, karena seorang anak adalah manusia yang memiliki
    kehendak pribadi.

  • bunda dilla
    #50 written by bunda dilla 1 year ago

    ass…saya punya 2 yang pertama laki2 usia 23 blan dan adeknya perempuan usia 2 bulan,sejak kehadiran adeknya dilla nampak manja sekali sepertinya dia cemburu dengan adeknya sehingga apa2 maunya sama saya bundanya padahal saya juga harus merawat anak ke 2 saya.,sehingga saya repot juga karena apa2 maunya sama saya, bagaimana ya agar anak saya dilla leih mandiri, ..karena saya sudah memasukkan juga ke sekolah bermain tapi tetap saja belum mau bersosialisasi masih nangis kalau ditinggal,,,selain itu kalau sama oma dan opa nya dia gamau bahkan desentuh aja kadang sampai teriak2 kenapa ya ?? apa ada pengaruh masa lalu orangtua dengan oma, opanya sehingga menurun pada anak kami??dulu pernikahan kami kurang disetujui tapi setelah ada dilla orangtua sangat sayang sekali apalagi sama dila…tapi dilla nampak ga suka sama oma opa nya padahal mereka sudah berusaha denga berbagai cara….gimana solusinya agar dillla mau dengan oma,opanya ya??mohon dibalas terimakasih

  • You may use these HTML tags: <a> <abbr> <acronym> <b> <blockquote> <cite> <code> <del> <em> <i> <q> <strike> <strong>

  • Comment Feed for this Post
Go to Top