Artikel Psikologi Baru Page - 3
Anak Ketagihan Game, Hentikan dari Sekarang!
0Normalnya anak usia 3-4 tahun sudah mulai tertarik dengan aktivitas bersosialisasi, bermain bersama teman sebayanya. Namun, di kota-kota besar salah satunya Jakarta, dengan tingkat sosial ekonomi yang semakin tinggi dan kedua orangtua yang bekerja, banyak orangtua yang tak ingin anaknya bermain keluar rumah, dengan alasan keamanan. Tanpa menyadari, banyak orangtua justru seperti mengarahkan anaknya untuk diam di rumah saja dengan pengasuhnya. Jika pun tidak dengan pengasuhnya, di rumah disediakan sedemikian rupa alat bermain, salah satunya video game/ PS. Karenanya video game menjadi mainan More >
Kakak Iri sama Si Adik
0Saat Anda memiliki anak kedua, tiba-tiba saja si kakak selalu minta digendong atau disuapi? atau selalu mencari-cari perhatian Anda? Apakah si kakak iri sama adiknya? Benarkah kehadiran adik membuat si kakak merasa kehilangan perhatian orangtua?
Rasa iri yang dirasakan si kakak terhadap adik umum terjadi. Rasa iri ini biasanya terjadi karena si kakak merasa cemburu oleh kehadiran si adik yang dianggap mencuri perhatian semua orang di rumah. Perubahan secara umum biasanya terjadi pada kehadiran adik yang jarak usianya cukup jauh (di atas 3 tahun). Apalagi si kakak sudah lama merasakan sebagai More >
Meraih Mimpi Melalui Bakat dan Minat 1
0Seseorang yang bertitel Insinyur, tetapi berprofesi sebagai musisi. Bergelar dokter, tapi berprofesi sebagai penyanyi. Apakah ada yang salah? Tidak juga. Karena gelar atau titel pada bidang tertentu terkadang diperoleh karena tuntutan lingkungan. Bukan dipilih atas dasar bakat dan minatnya. Padahal jika latar belakang pendidikannya sesuai, mungkin hasil yang didapat akan lebih dahsyat. (more…)
Peran EQ dalam Kesuksesan
0Kebanyakan dari para orang tua masih mendewakan IQ (Intelligence Quotient) sebagai satu-satunya ukuran kecerdasan. Kemampuan anak hanya diukur dari nilai akademis. Jika nilai rapornya mencapai skala 8-10, ia akan dianggap anak pandai, cerdas, dan pintar. Padahal “kepintaran” di atas kertas itu bukanlah “kepintaran sejati”. Pemahaman salah kaprah ini diyakini oleh sebagian besar para orang tua. Siapa yang memiliki IQ tinggi, kelak akan lebih sukses hidupnya daripada orang yang memiliki IQ rata-rata. Padahal dalam prakteknya tidak selalu demikian. Misalnya, tidak sedikit pemilik IQ tinggi More >

