Apa Itu Psikologi & Maksud Dari Psikologi

Apa Itu Psikologi & Maksud Dari Psikologi

Apa Itu Psikologi & Maksud Dari Psikologi – Psikologi adalah studi ilmiah tentang pikiran dan perilaku, menurut American Psychological Association. Psikologi adalah disiplin beragam dan mencakup banyak sub-bidang studi seperti bidang pengembangan manusia, olahraga, kesehatan, klinis, perilaku sosial dan proses kognitif.

Psikologi benar-benar ilmu yang sangat baru, dengan sebagian besar kemajuan terjadi selama sekitar 150 tahun terakhir. Namun, asal-usulnya dapat ditelusuri kembali ke Yunani kuno, 400 – 500 tahun SM.

Penekanannya adalah filosofis, dengan pemikir besar seperti Socrates (470 SM – 399 SM) yang mempengaruhi Plato (428/427 SM – 348/347 SM), yang pada gilirannya mempengaruhi Aristoteles (384 SM – 322 SM). Para filsuf digunakan untuk membahas banyak topik yang sekarang dipelajari oleh psikologi modern, seperti ingatan, kehendak bebas vs determinisme, sifat vs pengasuhan, daya tarik dll.

Permulaan Psikologi sebagai Disiplin

Pada hari-hari awal psikologi ada dua perspektif teoretis dominan mengenai bagaimana otak bekerja, strukturalisme dan fungsionalisme. Strukturalisme adalah nama yang diberikan untuk pendekatan yang dipelopori oleh Wilhelm Wundt (1832-1920), yang berfokus pada memecah proses mental menjadi komponen yang paling dasar.

Istilah ini berasal dari Edward Titchener, seorang psikolog Amerika yang telah dilatih oleh Wundt. Wundt penting karena ia memisahkan psikologi dari filsafat dengan menganalisis cara kerja pikiran dengan cara yang lebih terstruktur, dengan penekanan pada pengukuran dan kontrol obyektif. Strukturalisme bergantung pada introspeksi yang terlatih, sebuah metode penelitian di mana subjek menghubungkan apa yang terjadi dalam diri mereka. pikiran saat melakukan tugas tertentu.

Namun, introspeksi terbukti menjadi metode yang tidak dapat diandalkan karena ada terlalu banyak variasi individu dalam pengalaman dan laporan subyek penelitian. Meskipun kegagalan introspeksi, Wundt adalah tokoh penting dalam sejarah psikologi ketika ia membuka laboratorium pertama yang didedikasikan untuk psikologi pada tahun 1879, dan pembukaannya biasanya dianggap sebagai awal dari psikologi eksperimental modern.

Seorang psikolog Amerika bernama William James (1842-1910) mengembangkan pendekatan yang kemudian dikenal sebagai fungsionalisme, yang tidak setuju dengan fokus Structuralism. James berpendapat bahwa pikiran terus berubah dan tidak ada gunanya mencari struktur pengalaman sadar. Sebaliknya, ia mengusulkan fokusnya harus pada bagaimana dan mengapa suatu organisme melakukan sesuatu, yaitu fungsi atau tujuan otak. James menyarankan agar psikolog mencari penyebab perilaku dan proses mental yang mendasarinya. Penekanan pada penyebab dan konsekuensi perilaku ini telah memengaruhi psikologi kontemporer.

Perspektif Psikologi

Strukturalisme dan fungsionalisme sejak itu telah digantikan oleh beberapa pendekatan yang dominan dan berpengaruh terhadap psikologi, masing-masing ditopang oleh seperangkat asumsi bersama tentang seperti apa orang itu, apa yang penting untuk dipelajari dan bagaimana mempelajarinya. Psikoanalisis, yang didirikan oleh Sigmund Freud (1856-1939) adalah paradigma dominan dalam psikologi selama awal abad kedua puluh. Freud percaya bahwa orang dapat disembuhkan dengan membuat sadar pikiran dan motivasi bawah sadar mereka, sehingga mendapatkan wawasan.

Psikoanalisis Freud adalah teori psikodinamik asli, tetapi pendekatan psikodinamik secara keseluruhan mencakup semua teori yang didasarkan pada ide-idenya, misalnya, Jung (1964), Adler (1927) dan Erikson (1950). Perspektif klasik kontemporer dalam psikologi untuk mengadopsi strategi ilmiah adalah para behavioris, yang terkenal karena ketergantungan mereka pada eksperimen laboratorium terkontrol dan penolakan terhadap kekuatan tak terlihat atau tidak sadar sebagai penyebab perilaku.

Kemudian, pendekatan humanistik menjadi ‘kekuatan ketiga’ dalam psikologi dan mengusulkan pentingnya pengalaman subjektif dan pertumbuhan pribadi. Selama tahun 1960-an dan 1970-an psikologi memulai revolusi kognitif, mengadopsi pendekatan ilmiah berbasis laboratorium yang ketat dengan aplikasi ke memori, persepsi, pengembangan kognitif, penyakit mental, dan banyak lagi.